Sabtu, 05 November 2011

Panci Presto: Memasak Daging Sapi Agar Cepat Empuk


Salah satu cara memasak daging sapi agar lebih cepat empuk adalah dengan cara di-presto (menggunakan panci presto).

Panci presto adalah panci bertekanan yang dilengkapi dengan penunjuk suhu dan tekanan.

Berbeda dengan panci masak biasa, panci presto mempunyai tutup sangat rapat.

Pada saat memasak menggunakan panci presto , uap air tidak bisa keluar dan dan terkumpul dalam panci. Uap inilah yang nantinya menimbulkan tekanan, yang dapat melunakkan daging dalam waktu yang singkat, sehingga lebih hemat energi. Kelebihan lain panci presto adalah dapat melunakkan tulang/duri, pada tekanan dan suhu tertentu.

Namun, menurut para penikmat kuliner, daging sapi yang di presto tidak bisa selezat daging sapi yang diolah dengan cara biasa, terutama untuk jenis masakan seperti Empal, Rendang dan Semur,

Penyebabnya adalah waktu memasak yang relatip cepat, sehingga tidak memberi kesempatan pada bumbu untuk meresap secara sempurna. Sedangkan untuk jenis masakan berkuah seperti Sup atau Soto, jika diolah dengan cara di presto justru dapat menghasilkan kuah kaldu yang gurih (juicy).

Untuk mendapatkan hasil olahan daging sapi presto secara maksimal, harus memperhatikan beberapa hal seperti dibawah ini :

  • Pilihlah panci presto yang terbuat dari stainless steel tebal dan kuat, agar dapat menghasilkan tekanan yang besar, agar hasil olahan daging sapi dapat sempurna.
  • Pilih panci presto yang telah dilengkapi dengan pengaman, jadi apabila tekanan presto melebihi dari yang ditentukan otomatis pengaman akan terbuka dan uap air yang berlebihan bisa keluar secara otomatis. Presto yang tidak dilengkapi dengan pengaman sangat berbahaya, karena memiliki resiko meledak.
  • Pada saat pemasangan tutup panci presto, pastikan karet sudah tepasang rapi dan benar pada tempatnya. Pemasangan karet yang salah akan mengakibatkan panci presto tidak rapat; uap air akan keluar sehingga tekanan diharapkan tidak tercapai.
  • Karet panci presto yang sudah dipakai berulang ulang bisa rusak & tidak elastis lagi. Sehingga proses tidak sempurna. Untuk itu secara berkala kita harus mengganti karet panci presto yang telah mati.
  • Pada saat awal memasak daging sapi memakai panci presto, gunakan api sedang, setelah mendesis, api dikecilkan tetapi tetap berbunyi desis yang terputus-putus, setelah itu mulai dihitung waktunya.Sedangkan untuk melunakkan tulang, gunakan api besar, agar tekanan presto yang diharapkan bisa cepat tercapai.
  • Pada saat membuka katup uap untuk menurunkan tekanan, uap dikeluarkan secara perlahan lahan, apabila terlalu cepat akan menyebabkan daging sapi hancur.

Sumber :
* dunia-ibu.org
* iklanbisnisku.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar